Is it true that our vacation is come?

kata Tasya sih …
libur telah tiba, libur telah tiba
hore, hore, hore
simpanlah tas dan bukumu
lupakan keluh kesahmu
libur telah tiba, libur telah tiba
hatiku gembira !

Kalau kata saya …
libur telah tiba, libur telah tiba
hore, hore, hore
simpanlah tas dan bukumu
lupakan dulu nilai semestermu
libur telah tiba, libur telah tiba
waktu coding tiba !
:D

Say what? What’s u say?

XX : Okay,, the day after tomorrow is UAS and say what? What’s u say?
lets open laptop, looking for some slides, read it, understanding all topic, focus, and u can leave the 5th semester. That’s all. It’s quite easy, is’n it? :D

YY : Woaaah,, Say what? What u say? tomorrow’s still weekend -,-

.eve.

>:((

damn!!

kenapa saya bisa kangen sama orang sampe kaya gini >:((
zzzzzzZ

tidur ajalah.. semoga pas bangun bisa langsung fit buat ngerjain jurnal, hehe :D
semangat!! :)

PERTAMAX gan! :D

Yeea boo…
Lalalalalalalalallaaaaa……

Hari ini pencatatan rekor quiz PERTAMAX buat di semester 2 ini. Quiz aLin [Aljabar Linier] yang cuma 2 soal dan dikerjain dalam waktu 1 jam. Alhamdulillah lancar2 aja sih gan, tapi tadi sempet pusyiiiing dah, gara-garanya salah ngitung :(

pas keluar kelas eh temen2 pada nyamain jawaban, saya mah bukan masalah hasil dari jawabannya yang ragu tapi cara yang digunainnya bener g.. soalnya udah di cek sampe 3x berturut-turut takutnya ceroboh kaya quiz yang dulu2 :(

Hm,, waktu nyamain jawaban sama temen2, ternyata mereka ada yang sama juga jawabannya kaya saya [Alhamdulillah, setidaknya ada orang yang bakalan senasib sama saya, hehe] tapi pas saya nanya pake cara apa, ehh rata2 temen jawabnya pake rumus “cap susu” ihiiihiii :D Waktu itu yang ada saya malah cemas, takutnya cara kuno yang saya pake itu salah, huhuuu :’(

Gak lama kemudian, pak guru pun keluar kelas dan langsung deh saya tanya2. Yah pak guru jawabnya sambil becanda sih tapi semoga aja g sia2.. [wish me luck :) , aamiin]

Semoga aja quiz2 mendatang bakalan lebih baik lagi, lagi, lagi, lagi, lagi, dst sampai quiz2 dikehidupan saya berakhir,, lho??? ahahahahaa :D

That’s all :)
*mama+papa, hati2 di jalan y :*

untuk sang maestro!

Tiba saat mengerti
Jerit suara hati
Yang letih meski mencoba
Melabuhkan rasa yang ada

Mohon tinggal sejenak
Lupakanlah waktu
Temani air mataku,
Teteskan lara
Merajut asa,
Menjalin mimpi
Endapkan sepi-sepi

Cinta’kan membawamu…
Kembali disini,
Menuai rindu
Membasuh perih
Bawa serta dirimu…
Dirimu yang dulu
Mencintaiku apa adanya…

Saat dusta mengalir
Jujurkanlah hati
Genangkan batin jiwamu
Genangkan cinta
Seperti dulu Saat bersama
Tak ada keraguan…

ya Allah, kenapa hati ini goyah lagi T.T
rasa ini tiba-tiba muncul lagi,, semoga ini cuma hasutan setan sesaat Y.Y

lagu ini…
lagu yang ingin saya dengar..
dengan diiringi petikan gitar dari sang “maestro”..
bukan dari sang gitaris handal, tapi dari sang “maestro”..
namun sampai sekarang belum kesampen Y.Y
kapan ya Allah…

Grrrrrrrr…….
huftt. . . .

that’s all.
“hope u’ll be better. take care!”

Buat yang Terkasih, Tersayang, sekaligus Tercinta

♪♪♪
Harta yang paling berharga adalah keluarga
Istana yang paling indah adalah keluarga
Puisi yang paling bermakna adalah keluarga
Mutiara tiada tara adalah keluarga
♪♪♪

i’ll be missing my mom, my dad, and my Mr.boy :”)

aku menangis iri karenanya =’)

Siapa sih yang g kenal sama Fatimah Az-Zahra, putri kesayangan Rasul kita? jangan ngaku cinta Islam kalau gak kenal sama beliau, ihiiihiiii :D

Kata ‘Fatimah’ berasal dari suku kata ‘Fathama’ yang berarti menyapih atau menghentikan atau menjauhkan. Sebuah riwayat marfu’ menyebutkan, dinamakan ‘Fatimah’ karena Allah Ta’ala menjamin menjauhkan putri bungsu Nabi SAW berikut seluruh keturunannya dari neraka. Riwayat ini diketengahkan oleh al Hafidz ad-Dimasyqi. Sementara riwayat versi an-Nasa-i menyebutkan bahwa Allah Ta’ala akan membebaskan Fatimah beserta orang-orang yang mencintainya dari neraka.

Menurut al-Hadits : ”Fatimah adalah bagian dariku, siapa yang menyakitinya berarti menyakitiku, siapa yang membuatnya gembira maka ia telah membahagiakanku.”

Di kalangan suku Quraisy, Fatimah dikenal fasih dan pintar. Ia meriwayatkan hadis dari ayahnya kepada kedua putranya Hasan dan Husein, suaminya Ali bin Abi Thalib, Aisyah, Ummu Salamah, Salma Ummu Rafi’, dan Anas bin Malik. Wah Subhanallah sekali beliau ini :)

oh iya, Fatimah juga disebut al-Battul yang berarti memisahkan, karena kenyataannya beliau memang terpisah atau berbeda dari wanita-wanita lain sesamanya, baik dari segi keutamaan, agama dan kecantikannya. Ada yang mengatakan bahwa beliau memisahkan diri dari keduniaan untuk mendekat kepada Allah Ta’ala. Ya Allah, wanita mana coba yang g iri dengan ini semua, yah saya iri sekali karena belum tentu saya bisa sehebat beliau =’)

Fatimah Az-Zahra sangat terkenal di dunia Islam, karena hidup paling dekat dan paling lama bersama Nabi Muhammad SAW. Dari dialah keturunan Nabi Muhammad berkembang yang tersebar di hampir semua negeri Islam. Di kalangan penganut syiah, dia dan Ali bin Abi Thalib dianggap sebagai ahlulbait (pewaris kepemimpinan) Nabi Muhammad SAW.

Fatimah dilahirkan di Makkah pada 20 Jumadil Akhir, 18 tahun sebelum Nabi Muhammad hijrah atau di tahun kelima dari kerasulannya. Dia adalah putri bungsu Nabi Muhammad SAW setelah Zainab, Ruqayah dan Ummu Kaltsum. Saudara laki-lakinya yang tertua Qasim dan Abdullah, meninggal dunia pada usia muda.

Setahun setelah hijrah, Fatimah dinikahkan dengan Ali bin bi Thalib. Banyak yang ingin menikahinya kala itu. Maklum saja, selain rupawan, ia adalah perempuan terhormat, anak Rasulullah SAW. Dia pernah hendak dilamar oleh Abu Bakar dan Umar, keduanya sahabat Nabi Muhammad SAW, namun ditolak secara halus oleh Rasulullah SAW.

Sementara itu, Ali tidak berani melamar Fatimah karena kemiskinannya. Namun Nabi Muhammad SAW mendorongnya dengan memberi bantuan sekadarnya untuk persiapan rumah tangga mereka. Maskawinnya sebesar 500 dirham (10 gram emas), sebagian diperolehnya dengan menjual baju besinya. Nabi Muhammad SAW memilih Ali sebagai suami Fatimah karena ia adalah anggota keluarga yang sangat arif dan terpelajar, di samping merupakan orang pertama yang memeluk Islam.

Dari perkawinan Fatimah dan Ali, lahirlah Hasan dan Husein. Keduanya terkenal sebagai tokoh yang meninggal terbunuh di Karbala. Tak lama kemudian lahir berturut-turut: Muhsin serta tiga orang putri, Zaenab, Ummu Kaltsum, dan Ruqoyyah.

Kehidupan rumah tangga Fatimah sangatlah sederhana, bahkan sering juga kekurangan. Beberapa kali ia harus menggadaikan barang-barang keperluan rumah tangga mereka untuk membeli makanan, sampai-sampai kerudung Fatimah pernah digadaikan kepada seorang Yahudi Madinah untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga mereka. Namun demikian, mereka tetap bahagia, lestari sebagai suami istri sampai akhir hayat.

Fatimah adalah putri kesayangan Rasulullah SAW. Suatu waktu Nabi Muhammad SAW pernah mengatakan kepada Ali, ”Fatimah adalah bagian dariku, siapa yang menyakitinya berarti menyakitiku, siapa yang membuatnya gembira, maka ia telah membahagiakanku.” Ini dikatakan oleh Rasulullah SAW sehubungan dengan keinginan seorang tokoh Quraisy untuk menikahkan anak perempuannya kepada Ali. Ali tidak menolak tetapi segera dicegah oleh Rasulullah SAW.

Sikap Nabi Muhammad SAW semakin keras ketika Abu Jahal manawarkan anak perempuannya kepada Ali. Nabi Muhammad SAW mengatakan, ”Ceraikan dulu Fatimah jika Ali berniat untuk menikahkannya.” Ini merupakan bukti kuat akan kecintaan Rasulullah SAW kepada putri bungsunya ini. Memang Nabi Muhammad SAW sangat sayang kepada Fatimah. Sewaktu Nabi Muhammad SAW sakit keras menjelang wafatnya, Fatimah tiada hentinya menagis.

Nabi Muhammad SAW memanggilnya dan berbisik kepadanya, tangisannya semakin bertambah, lalu Rasulullah SAW berbisik lagi dan dia pun tersenyum. Kemudian hal tersebut ditanyakan orang kepada Fatimah, dan dia menjawab bahwa dia menagis karena ayahnya memberitahukan kepadanya bahwa tak lama lagi sang ayah akan meninggal, tapi dia tersenyum karena seperti kata ayahnya, dialah yang pertama akan menjumpainya di akhirat nanti.

Fatimah meninggal tak sampai selang setahun dari ayahnya. Diriwayatkan dari Aisyah RA, ”Fatimah wafat setelah enam bulan ayahnya, Rasulullah SAW, tepatnya pada hari Selasa bulan Ramadlan tahun 11 Hijriyah. Fatimah RA wafat dalam usia 28 tahun. Merasa ajal seudah dekat, dia membersihkan dirinya, memakai pakaian yang terbaik, memakai wewangian dibantu oleh iparnya, Asma bin Abi Thalib. Dia meninggal dengan satu pesan; hanya Ali, suaminya, yang boleh menyentuh tubuhnya.” Fatimah adalah seorang wanita yang agung, seorang ahli hukum Islam. Dia adalah tokoh wanita dalam bidang kemasyarakatan, orangnya sangat sabar dan bersahaja, dan akhlaknya sangat mulia, subhanallah..

kisah beliau ini saya kutip dari beberapa artikel yang saya baca saat saya iseng jalan-jalan sama mbah google.. Pas saya baca artikel pertama ini, saya langsung “mengucurkan” air mata [hhii, lebay dah bahasanya, hehe] untung ada mamah di samping saya, hehe :)

Ya Allah, ingin deh punya kecantikan dan akhlak yang baik kaya Fatimah RA. Ya Allah, ingin deh suatu saat nanti di pertemukan dengan Fatimah RA di tempat yang kau janjikan nanti. Ya Allah, jangan bosen2 yak buat menurunkan malaikat2 yang akan membantuku dalam menuju tempat terindah itu. Aamiin. Alhamdulillah, makasih ya Allah :) :) :)

mulai lagi, lagi, dan lagiiiii

Alhamdulillah akhirnya bisa blogging lagi, bisa ngeluapin isi hati, unek2, dsb, hihii…

kemarin pas kuliah bahasa, dengerin lagu yang beneran ngena di hati [walah,, ngerti aja g itu liriknya :D ]
g tau deh mungkin karena ada kata2 di lirik itu yang buat terharu “i’ll stand by you”..
begini lirik aslinya….


Oh, why you look so sad?
Tears are in your eyes
Come on and come to me now.

Don’t be ashamed to cry,
let me see you through
Cause I’ve seen the dark side too.

When the night falls on you,
you don’t know what to do,
Nothing you confess could make me love you less

I’ll stand by you,
I’ll stand by you,
won’t let nobody hurt you,
I’ll stand by you.

So, if you’re mad get mad,
don’t hold it all inside,
Come on and talk to me now.

And hey, what you got to hide?
I get angry too
But I’m a lot like you.

When you’re standing at the crossroads,
don’t know which path to choose,
Let me come along,
cause even if your wrong

I’ll stand by you,
I’ll stand by you,
won’t let nobody hurt you,
I’ll stand by you.

Take me into your darkest hour,
and I’ll never desert you.
I’ll stand by you.

And when,
when the night falls on you baby,
you’re feeling all alone,
You won’t be on your own,

I’ll stand by you.
I’ll stand by you
I’ll stand by you,
won’t let nobody hurt you.
I’ll stand by you

Take me in into your darkest hour and I’ll never desert you
I’ll stand by you.

yapp, malamnya aku langsung deh tanya mbah google soal liriknya, dan ternyata emang baguusss liriknya..

mungkin dari dulu berfikiran kaya yang di lirik ini tapi hmm…
sudahlah sudah :’)

i love you bcoz Allah =)

i Love you Coz Allah =)

Sekarang, sangat sulit untuk mengakui rasa ini. Entah karena apa, entah mungkin karena aku sudah mulai dapat mencintai sepenuh hatiku, entah karena usiaku semakin bertambah dan semakin mengerti arti cinta sebagai sebuah fitrah manusia, entah karena banyak dorongan dari dalam untuk lebih mengenal lagi, entah karena aku merasa sudah merasa terjerumus terlalu dalam oleh fitrahNya ini..

Aku berharap rasa ini tetap terjaga olehMu, berharap cinta ini terjaga dihatiku karenaMu..

Fitrah yang di anugrahi Allah hanya untuk hambaNya ini, merupakan sebuah fitrah yang akan lebih indah jika tidak ada yang mengatakannya dan tetap di ukir dan tertulis di dalam hati hingga hanya Aku dan Engkaulah yang tahu rahasia ini.. Sebuah fitrah yang jika di ucapkan dan diperdendangkan akan membawa musibah hingga manusia lupa akan fitrahnya kepada Sang Maha Pemberi Cinta.

Sering ku mendengar, “cintailah sesuatu karena Allah”, “I Love you coz Allah”.. ya, karena Allah-lah Maha Pemberi Cinta, Maha memutar balikkan hati seseorang, yang tadinya benci menjadi suka, hingga menjadi sayang dan akhirnya menjadi cinta,, begitupun sebaliknya..

Dengan mencintai karena Allah, hidup akan terasa penuh warna, beban berat akan menjadi ringan, selalu ada perbaikan diri karena ada budaya saling mengingatkan, dan terpenting adalah sebagai jalan memperoleh cinta dari yang Maha Memiliki Cinta…

esspecially,, “I Love You coZ Allah” 4:
mY mom, ibunda yang selalu memberikan kasih sayang yang tulus dan tak pernah henti-hentinya terucap doa disetiap hembusan nafasnya..
My Dad, ayahanda yang senantiasa setia manjaga anaknya dalam keadaan apapun..
mY Beloved Brother, Kakanda yang selalu memberikan pelajaran baik kepada adik-adiknya..
My Beloved Sister, Kakak yang akan selalu ada di hati adiknya walaupun kini jasadnya telah tiada, sosok kakak yang selalu memberikan semangat dan senyuman terbaik sepanjang masanya..
Him, dialah yang kelak menjadi bapak teladan untuk anak-anakku kelak, insyAllah dan hanya Allah-lah yang tahu keberadaanya sekarang :D
‘hope i will always love u all cz Allah :)

kisah nabi Adam dan Siti Hawa :)

Tiba-tiba teringat kisah nabi adam dan siti hawa yang dipertemukan Allah di surga, di usir dari surga karena tergoda hasutan syetan hingga dipisahkan di bumi namun untuk dipertemukan kembali dengan siti hawa =)

Sebelum menciptakan Adam, Allah menciptakan langit, bumi dan seisinya seperti gunung, laut, tumbuhan, hewan, binatang, matahari sebagai sumber panas, bulan sebagai penerang malam, serta bintang-bintang sebagai penghias alam.

Langit dan bumi diciptakan oleh Allah dalam waktu enam masa. Sedangkan satu masa di sisi Allah sama dengan satu millenium atau seribu tahun menurut perhitungan manusia.

Ketika Allah berkehendak, tanah kering dan lumpur busuk yang sudah dibentuk dengan sebaik-baiknya dan ditiup dengan Roh itu, terciptalah menjadi sesosok makhluk manusia yang memang ditakdirkan sebagai khalifah di muka bumi. Dialah Nabi Adam AS, manusia pertama berkelamin laki-laki. Firman Allah, “Aku akan menciptakan manusia untuk menjadi khalifah di bumi.”

Sebelumnya Allah telah menciptakan dua makhluk lain, yaitu Malaikat yang dibuat dari Nur atau Cahaya. Malaikat diciptakan sebagai makhluk yang tunduk patuh senantiasa berbakti kepada Allah, sama sekali tidak pernah durhaka kepada-Nya.

Malaikat tidak mempunyai nafsu, tidak makan dan minum, tidak tidur, tidak pernah melakukan perbuatan dosa, tidak berjenis kelamin laki-laki atau perempuan, dan mempunyai alam tersendiri, yaitu alam gaib yang tidak dapat dilihat oleh manusia.

Sedangkan jin dan iblis diciptakan dari Api yang sangat panas. Ia mempunyai jenis kelamin, laki-laki dan perempuan. Jin ada yang patuh ada yang ingkar kepada perintah Allah. Jin yang ingkar dan membangkang kepada perintah Allah itu disebut Iblis dan setan.

Iblis dan keturunannya adalah makhluk yang sangat durhaka dan jahat. Tidak ada kebaikannya sama sekali. Pekerjaan Iblis dan Setan adalah menggoda manusia agar tersesat dan jatuh dalam lembah dosa.

Kepada kedua makhluk terdahulu itu, Allah memerintahkan agar mereka tunduk kepada Adam dengan bersujud kepadanya. Malaikat mematuhi perintah itu, tetapi Iblis menolak.

“Aku tidak akan sujud kepada manusia yang Engkau buat dari tanah kering dan lumpur itu,” kata Iblis kepada Allah.

“Kau terkutuk, dan keluarlah dari surga-Ku,” perintah Allah. Lebih jauh Allah menegaskan, kutukan itu akan berlangsung sampai pada hari kiamat. Sampai disini Iblis mengajukan permohanan kompensasi. “Wahai Allah, karena Engkau telah memutuskan aku sesat, akan kujadikan kejahatan di muka bumi tampaknya indah bagi manusia, dan akan kusesatkan mereka semua, kecuali hamba-Mu yang sungguh-sungguh taat.”

Sebagai makhluk manusia pertama, Adam telah menikmati semua fasilitas yang disediakan oleh Allah, kecuali pohon khuldi. Ia harus menjauhinya. Tetapi ternyata ia merasa kesepian, karena hidup sendiri tanpa kawan bermain, mitra bercanda, dan teman bergaul. Maka Allah pun menciptakan makhluk lain yang terbuat dari tulang rusuk Adam sendiri, yang kemudian diberi nama Hawa yang berkelamin perempuan.

Rasa sepi dan sedih mebuatnya letih, sehingga ia tertidur pulas di bawah pohon yag teduh. Allah Maha Tahu, Ia mengetahui apa yang tergerak dalam hati Adam, yaitu ingin mempunyai teman. Maka sewaktu Adam tidur, Allah menciptakan manusia lagi yang diambil dari tulang rusuk Adam sendiri. Manusia itu lain jenisnya dengan Adam, ia adalah seorang wanita, yang diberi nama Hawa.

Ketika Adam bangun dari tidurnya, ia sangat terkejut. Ia melihat seorang duduk disampingnya. Wanita itu indah, cantik dan mengagumkan [SubhanAllah :) ].

“Siapakah engkau? Mengapa berada di sini?” tanya Adam. Dengan tersenyum manis Hawa menjawab, “Aku adalah Hawa yang diciptakan untuk menjadi teman hidupmu.”

Betapa gembiranya hati Adam mendengar jawaban itu. Ia memuji dan bersyukur kepada Allah yang telah mengabulkan keinginannya sehingga ia tidak merasa kesepian lagi. Begitu Adam bertemu dengan Hawa, maka tumbuh di hatinya rasa ingin memuaskan nafsu biologis. Ketika itulah malaikat berkata:

“Jangan dulu, hai Adam, sampai engkau mambayar mahar (mas kawin) kepada Hawa.” Adam pun bertanya, “Apakah maharnya?” Malaikat menjawab, “Maharnya adalah engkau harus membaca shalawat untuk Nabi Muhammad SAW.” [Hm,, coba mahar nikahnya seseorang hanya dibayar dengan sholawat y? :D ]

Setelah Adam memenuhi mahar yang dimaksud, dan Malaikat Jibril membacakan khutbah nikah. Lalu Allah menikahkan Adam dan Hawa, disaksikan oleh Malaikat Israfil, Malaikat Mikail, dan beberapa Malaikat Muqarrabin.

Lengkaplah sepasang manusia penghuni surga. Keduanya lantas dikawinkan oleh Allah. “Hai Adam, tinggallah engkau dan istrimu di dalam surga, dan nikmati segala yang ada, kecuali pohon ini. (Jika melanggar larangan itu) Nanti kamu akan jadi orang durjana,” firman Allah. Maka Adam dan Hawa pun hidup, berpasangan, bercengkrama dan berbahagia di surga yang sangat indah.

Pada suatu hari, Iblis masuk ke dalam seekor ular supaya dapat menipu Siti Hawa. Iblis berkata kepada Siti Hawa, “Apakah Allah benar-benar melarang kalian makan buah-buahan dari segala pohon di taman ini?”

Siti Hawa menjawab, “Kami boleh makan buah-buahan dari setiap pohon di dalam taman ini, kecuali dari pohon yang ada di tengah-tengah taman itu. Allah melarang kami makan buah dari pohon itu ataupun menyentuhnya. Jika kami melakukannya, kami akan mati.”

Ular itu menjawab, “Itu tidak benar, kalian tidak akan mati. Allah mengatakan itu karena Dia tahu jika kalian makan buah itu, pikiran kalian akan terbuka. Kalian akan menjadi sama seperti Allah, mengetahui apa yang baik dan apa yang jahat.”

Siti Hawa melihat bahwa pohon itu indah, dan buahnya tampak enak untuk dimakan. Oleh sebab itulah ia memetik buah pohon yang dilarang oleh Allah SWT., lalu memakannya, dan memberikannya juga kepada suaminya. Jadi Nabi Adam pun ikut memakannya. Begitu mereka memakan buah terlarang itu, Nabi Adam dan Siti Hawa mengetahui bahwa mereka telanjang. Mereka langsung membuat pakaian dari dedaunan. Allah mengetahui bahwa Nabi Adam dan Siti Hawa telah berdosa. Sungguh mahabesar Allah yang mengetahui segala sesuatu.

Kemudian, Nabi Adam dan Siti Hawa menjadi takut. Mereka lalu menyembunyikan diri. Allah memanggil mereka dan Nabi Adam menjawab, “Saya ada di sini. Saya menyembunyikan diri karena saya telanjang.”

Lalu Allah SWT. bertanya, “Siapa yang mengatakan kepadamu bahwa engkau telanjang? Apakah engkau memakan buah itu yang Kularang engkau makan?”

Nabi Adam menjawab, “Perempuan yang Engkau berikan untuk menemani saya memberi buah itu kepada saya, lalu saya memakannya.” Siti Hawa berkata, “Saya ditipu ular, sehingga saya makan buah itu.”

Nabi Adam dan Siti Hawa telah berdosa terhadap Allah SWT, oleh sebab mereka telah melanggar larangan-Nya. Mereka telah menjadi sama seperti Iblis, tidak taat kepada firman Allah SWT.

Sesudah Nabi Adam dan Siti Hawa melanggar perintah Allah SWT., Allah menghukum mereka. Hukuman itu sebagai berikut:

Ular itu dihukum karena Iblis telah berbicara melalui ular itu. Ular itu harus berjalan menjalar dengan perutnya. Allah SWT. memberitahu Iblis bahwa Iblis akan menjadi musuh Nabi Adam dan Siti Hawa serta anak cucunya. Allah juga mengatakan bahwa pada masa yang akan datang salah seorang keturunan Siti Hawa akan mengalahkan Iblis.

Allah SWT. mengatakan bahwa oleh sebab dosanya, Siti Hawa akan menderita pada waktu melahirkan. Selanjutnya, Siti Hawa harus tunduk di bawah kepemimpinan Nabi Adam.

Allah SWT. juga memberitahu Nabi Adam bahwa tanah menjadi terkutuk oleh karena dosa Nabi Adam. Semak dan duri akan tumbuh. Seorang laki-laki harus bekerja keras supaya dapat memperoleh makanan yang cukup dari hasil tanah.

Kepada kedua-duanya Allah SWT. mengatakan bahwa pada suatu hari mereka akan mati. Tubuh mereka akan kembali menjadi tanah. Karena dosa, mereka akan mati di dunia ini.

Meskipun Nabi Adam dan Siti Hawa sudah membuat pakaian dari daun-daun untuk menutupi diri mereka, Allah SWT. masih membuatkan pakaian untuk mereka dari kulit binatang. Ini berarti bahwa binatang itu mati karena dosa Nabi Adam dan Siti Hawa. Walaupun mereka layak dihukum mati, Allah penuh rahmat terhadap mereka. Kematian binatang itu menggantikan kematian Nabi Adam dan Siti Hawa. Walaupun begitu, mereka akan mati pada waktu yang sudah ditentukan oleh Allah. Itu adalah akibat dosa mereka.

Lalu Allah SWT. mengusir Nabi Adam dan Siti Hawa dari Taman Firdaus, mereka tidak lagi menjalin hubungan dengan Allah. Allah menempatkan malaikat dengan sebuah pedang berapi di depan pintu masuk ke Taman Firdaus sehingga taman itu tidak dapat mereka masuki lagi. Tidak seorang pun dari antara mereka dapat masuk ke taman itu lagi karena mereka sudah berdosa.

Walaupun begitu, ada sesuatu yang menimbulkan harapan. Allah SWT. mengabarkan suatu janji kepada Nabi Adam dan Siti Hawa. Allah berfirman, “Nanti akan datang seorang Mahdi (Penyelamat). Orang itu (Imam Mahdi) akan meremukkan kepala ular, sedangkan ular itu akan menggigit tumit Sang Penyelamat itu.” Artinya, nanti akan datang Seseorang yang diutus oleh Allah sebagai Penyelamat. Orang yang diharapkan itu akan menderita karena ular atau Iblis itu. Dia sendirilah yang akan menjadi Kurban Agung bagi kita. Dia akan membebaskan manusia dari kematian kekal. Oleh karena yang dijanjikan itu, manusia dapat berhubungan dan bersatu lagi dengan Allah SWT.

Pada saat Nabi Adam dan Siti Hawa meninggal dunia, sudah terdapat banyak orang di dunia ini karena mereka mempunyai banyak anak. Sayangnya, sejak Nabi Adam berdosa, semua orang ikut berdosa. Tidak ada seorang pun yang sempurna. Lambat laun orang-orang berhenti menyembah Allah SWT, dan menjadi makin jahat [Naudzubillahiminzaliq]..

Previous Older Entries

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.